Senin, 04 Februari 2013

Pengobatan Autisme dengan Terapi Pijatan Kaki


"Sudah menjadi impian saya sejak dulu untuk membantu anak-anak autis, sehingga mereka dapat menikmati hidup layaknya anak-anak normal dan bahagia didalam kehangatan keluarga."  Dr. Alice Fan.

Pemahaman saya mengenai penyebab autisme

Penderita autis memiliki urat otot cerebrospinal yang lebih pendek dan kecil, yang merintangi interkoneksi diantara urat-urat syaraf. Pengeluaran sel-sel syaraf yang tidak seimbang semakin memperparah gangguan konduksi dan pengiriman informasi syaraf impuls.

4 dari 12 kasus yang telah saya tangani, para ibu yang menderita flu pada awal atau pertengahan masa kehamilan, terdapat dua janin yang mengalami kekurangan oksigen pada waktu kelahiran, dan 6 kasus lain penyebabnya tidak diketahui.

Serangan autis

Pada banyak kasus, seorang bayi autis tidak akan terlihat gejala apapun mulai dari kelahiran sampai berumur 18 bulan. Mulai dari 18 bulan sampai 36 bulan bayi autis mulai memperlihatkan keterlambatan perkembangannya. Contoh perilakunya sebagai berikut :
* Cepat melupakan kata-kata yang baru dipelajari
* Mengulangi kata-kata yang sama
* Terlihat mudah bosan atau kurang memperhatikan
* Seringkali mengulang perbuatan yang berbahaya
* Tidak membalas sapaan
* Sangat minim melakukan kontak mata
* terkadang suka menyakiti diri sendiri
* Menolak makan dan melempar benda-benda
* Mengalami gangguan tidur

Penyembuhan berdasarkan pengobatan tradisional Tiongkok

Memijat titik-titik syaraf dikaki untuk memperkuat hubungan dengan sel-sel otak dan memperbaiki fungsi otak. Pada tahap awal pengobatan, udara dingin akan dikeluarkan dari kepala pasien, dan pasien akan secara perlahan akan memperhatikan lingkungan sekitarnya, menyapa dan bertemu orang asing tanpa takut.

Urat syaraf tulang belakang sama pentingnya dengan otak

Pengeluaran sel-sel syaraf yang tidak seimbang disebabkan oleh kekurangan yin pada urat syaraf tulang belakang. Oleh karena itu, pengobatan pertama adalah mengatur fungsi urat syaraf tulang belakang dan otak, dengan begitu dapat merangsang kemampuan berbahasa, berpikir dan memahami sesuatu.

Jantung juga mengendalikan pikiran

Pikiran memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan serta bergantung pada jing (jiwa) dan qi (energi vital) untuk menopangnya. Kemunduran dalam kecerdasan dan kebijaksaanan pada penderita autis menyebabkan kekacauan pada mentalnya. Kekacauan ini berasal dari kurangnya jing dan qi. Selama pengobatan, saya merangsang titik syaraf jantung yang ada di kaki untuk memperkuat fungsi mental. Dengan begitu mendapat dua kali hasil sekaligus dengan satu usaha, mempercepat perkembangan kecerdasan dan kebijaksanaan, serta meningkatkan pemahaman, kesadaran dan kemampuan berbahasa.

Hati

Kebanyakan pada anak-anak autis yang memiliki watak tidak stabil akan menjadi mudah marah, tipe penderita kekurangan yin pada hati. Melalui perbaikan dan perawatan yin pada hati dengan cara pemijatan pada titik syaraf hati dikaki sehingga dapat menyeimbangkan yin pada hati, dan perangai buruk mereka akan berkurang. Setelah terapi ini mereka berubah menjadi lebih stabil. Penderita anak-anak autis yang dirawat melalui cara ini mulai berhenti menangis tanpa sebab, melempar benda-benda dan menyakiti diri sendiri. Mereka juga dapat tidur dengan nyenyak.

Limpa

Energi pada limpa mengontrol pencernaan. Hal ini erat kaitannya dengan penyerapan nutrisi makanan. Penambahan energi melalui pemijatan titik saraf limpa dapat memperkuat fungsi limpa dan meningkatkan nafsu makan pasien, mempertinggi fungsi pencernaan dan penyerapan. Selama energi yang dibutuhkan untuk perkembangan perbaikan otak berjalan baik, maka pembangunan kembali fungsi otak akan berjalan lancar. Penambahan perawatan pada kerongkongan, lidah dan mulut dapat membantu kemampuan berbahasa dalam kurun waktu selama tiga bulan.

Hasil

Terapi ini paling bagus dilakukan pada anak-anak usia 4 sampai 5 tahun. Pada usia 3 tahun, kemungkinan hasil diagnosa tidak dapat ditentukan karena usianya terlalu muda untuk diadakan pengobatan. Pasien yang berusia diatas 10 tahun sulit untuk diobati – memakan proses yang lebih lambat dan lama untuk membuahkan hasil yang bagus. Pasien yang berusia diatas 12 tahun akan menunjukkan perkembangan yang sangat lambat.

Tidak ada komentar: